This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 07 Juni 2017

Tradisi Pasar Bandeng

Ada satu tradisi yang sudah berumur ratusan tahun dan masih lestari hingga kini di daerah Gresik, yaitu Pasar Bandeng. Tradisi ini diadakan di akhir bulan Ramadhan, biasanya berlangsung selama dua hari sebelum Hari Raya Idul Fitri setiap tahunnya. Konon kebiasaan mengadakan pasar ini merupakan warisan dari Sunan Giri. Kala itu, sang wali menggiatkan penjualan bandeng untuk mengangkat perekonomian masyarakat Gresik. Kabupaten yang berbatasan langsung dengan Surabaya ini memang memiliki letak yang dekat dengan Pantai Utara Pulau Jawa sehingga menjadi salah satu pusat tambak udang dan bandeng di Jawa Timur.

Pasar Bandeng

Ikan bandengnya kebalik mas
Bagi masyarakat Gresik, bandeng merupakan menu yang wajib disajikan ketika Lebaran tiba. Katanya ada yang kurang kalau di meja makan tidak ada bandeng. Bahkan bagi beberapa orang, menyajikan bandeng dengan ukuran besar merupakan suatu prestise. Jadi tak heran kalau Pasar Bandeng yang diadakan setiap tahun selalu dipadati oleh pengunjung dari berbagai kalangan.
Pasar Bandeng yang digelar selama dua hari mengambil tempat di depan Pasar Gresik hingga perempatan Teratee – Kalitutup. Saat pasar dimulai dari sore hingga malam hari, semua jalan di kawasan ini akan ditutup. Berpuluh-puluh ton bandeng pun siap dijual. Ukuran bandeng yang dijajakan bervariasi dari puluhan ons hingga puluhan kilogram per ekornya. Harganya pun tentu beragam, tergantung ukuran ikannya dan tentu saja kesepakatan tawar-menawar antara pedagang dan pembelinya.
Selain komoditas bandeng, pasar tahunan ini juga mengakomodasi pedagang barang-barang keperluan sehari-hari. Beragam barang, mulai dari mainan anak hingga pakaian menyambut Lebaran juga dapat kita jumpai. Tempatnya agak terpisah dari para pedagang bandeng yang mendapatkan tempat utama. Di malam terakhir, pasar ini akan semakin ramai pengunjung.
Pedagang ikan bandeng
tradisi pasar bandeng gresik 002
Tawar-menawar menentukan harga
Ikan bandeng super
tradisi pasar bandeng gresik 005
Keramaian di Pasar Bandeng

Lelang Bandeng

Selain keramaian Pasar Bandeng, Pemkab Gresik juga mengadakan Lelang Bandeng yang dimaksudkan agar semua masyarakat bisa mendapatkan ikan bandeng. Lelang ini diadakan di Telogo Dendo. Acara dibuka langsung oleh Bupati Kabupaten Gresik. Walaupun bertajuk acara lelang, namun pemerintah telah menetapkan batas bawah dan batas atas atas penawaran sebesar Rp 25.000 dan Rp 75.000. Pembatasan ini untuk menjaga agar harga bandeng yang dilelang tidak melambung. Jika sampai terjadi, tentu saja masyarakat kecil tidak akan mampu melakukan penawaran. Konon dulu harga ikan bandeng di acara lelang bisa mencapai jutaan rupiah per ekornya.
tradisi pasar bandeng gresik 007
Bandeng-bandeng super yang akan dilelang
tradisi pasar bandeng gresik 008
Para pemenang lelang
tradisi pasar bandeng gresik 006
Para pemenang lelang juga
Lelang dibagi menjadi beberapa gelombang. Di sela-sela setiap sesi lelang, panitia juga mengadakan kuis berhadiah ikan bandeng. Uniknya yang ikut lelang dan kuis bukan hanya orang dewasa saja tetapi juga anak-anak kecil. Jadilah acara Lelang Bandeng semakin meriah dengan tingkah lucu mereka di atas panggung.

Tradisi Malam Selawe





Sesungguhnya kami telah menurunkannya pada malam kemuliaan. Dan taukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.
(QS. Al-Qadr)
Dari Siti Aisyah radiyallahu ‘anha, dia berkata:
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam beri’tikaf di sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan” dan beliau bersabda, “Carilah malam Lailatul Qadar di (malam ganjil) pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.” (HR Bukhari dan Muslim)
Tradisi malam selawe atau malam menjelang 25 Ramadhan merupakan puncak bagi peziarah yang datang ke Makam Sunan Giri yang berlangsung ratusan tahun. Para peziarah yang terdiri dari anak kecil, remaja, orang tua, hingga lanjut usia dari berbagai kalangan  ini tak hanya datang dari daerah Gresik dan kota sekitarnya, akan tetapi dari luar daerah bahkan luar pulau maupun luar negeri. Hingga saat ini masih sangat banyak masyarakat yang memusatkan ibadahnya di Masjid Jamik Sunan Giri, mulai dari Sholat Sunnah, tadarus Al Qur’an, I’tikaf, maupun ibadah lainnya tepat .
Mulanya Tradisi Malam Selawe merupakan puncak kegiatan ibadah yang dilakukan Sunan Giri beserta para santrinya yang dipusatkan di Masjid Jamik Sunan Giri sebelum kepulangan para santri menuju kampung halaman untuk lebaran. Tak hanya itu santri yang tidak menetap di Giri yang berada di daerah sekitar banyak yang bersilaturahmi sekaligus beribadah di Masjid Jamik Sunan Giri untuk berburu keberkahan Lailatul Qadar. Tradisi ini terus  berlangsung hingga wafatnya Sunan Giri sampai saat ini dengan tujuan memperbanyak ibadah di bulan Ramadhan, tak hanya itu para santri dan masyarakat juga menyempatkan diri berziarah ke makam Sunan Giri.
Tak hanya memusatkan ibadah untuk mendapatkan keberkahan Lailatul Qadr, banyak masyarakat yang juga berziarah ke makam Sunan Giri di Desa Giri, makam Sunan Prapen di Desa Klangonan (300 meter barat kompleks makam Sunan Giri) dan menikmati keindahan serta meneladani bukti semangat perjuangan penyebaran agama Islam di Giri Kedaton yang merupakan pondok pesantren sekaligus istana yang dibangun oleh Sunan Giri untuk menyebarkan agama Islam. Letaknya sekitar 500 meter barat laut makam Sunan Giri.
Banyaknya peziarah dimanfatkan ratusan PKL mengais rezeki di sepanjang jalan Sunan Giri hingga jalan Sunan Prapen. Mereka berjualan pakaian, makanan, minuman, jajanan khas Giri, jajanan khas Gresik, aksesoris, dan lain-lain.
Do’a Malam Lailatul Qadr
Allahumma Innaka ‘Afuwwun, Tuhibbul ‘Afwa, Fa’fu ‘Anna yaa Allah yaa Karim…

Sejarah damar kurung






Keberadaan Seni Hias Damar Kurung asal Gresik merupakan salah satu peninggalan dari seni budaya tradisional Jawa Timur, yang keberadaannya sudah hampir punah karena dianggap tidak praktis dan kurang ekonomis. Disamping itu, dengan adanya permintaan yang rendah akan produk-produk tradisional telah membawa dampak kepada terhentinya praktek kegiatan membuat barang-barang tradisional. Dengan adanya perhatian yang semakin kecil untuk mempertahankan dan mengembangkan keberadaannya. Oleh karena itu, diharapkan para pendukung seni untuk mengembangkan dan mengangkat seni rupa tradisi dan menekankan kepribadian bangsa untuk meningkatkan mutu produksi dalam pasar Wisata Internasional dengan cara mengembangkan identitas seni rupa Indonesia melalui ciri dan konsep tradisi.
Damar Kurung merupakan salah satu dari ikon Kota Gresik yang sekaligus sebagai souvenir lampu khas kota ini.Damar kurung dan Masmundari dijadikan asset berharga bagi Gresik, Pemerintah Kabupaten Gresik menjadikan damar kurung sebagai maskot kota, membuat tiruan damar kurung ukuran besar untuk lampu dan monumen kota, anak-anak pun digerakkan melukis gaya damar kurung, hingga akhirnya damar kurung identik menjadi ciri khas kota Gresik dan perefleksi budaya, sejarah, dan nilai-nilai kehidupan masyarakat Gresik.


Untuk mempermudah mengenal seni lukis Damar Kurung Gresik, ada baiknya kita mengenal sosok sang maestro Damar Kurung yang paling terkenal; Mbah Masmundari (Januari 1904–25 Desember 2005). Sulung dari 4 bersaudara ini. Dalam hal kemampuan melukis diturunkan oleh sang Ayah yang lebih dikenal kiprahnya sebagai seorang Dalang. Sepeninggal Ayahnya, Mbah Masmundari memanfaatkan kemampuan melukisnya untuk mencukupi kebutuhan keluarga sehari–hari. Awalnya, Ibu Masmundari menggunakan cat roti atau pewarna makanan dan sisa–sisa cat. Dari kombinasi yang sederhana itulah lahir sebuah Karya bernama Damar Kurung.


Di tahun 1980-an, Mbah Masmundari mulai aktif melukis hingga pada tahun 1987 Bentara Budaya Jakarta menjadi saksi dari Pameran Perdana Beliau, disusul dengan pameran – pameran berikutnya. Beberapa penghargaan pun diraih sebagai bentuk penghargaan terhadap karya lukisnya, salah satunya Kartini Award yang diberikan pada tahun 1996. Bukan hanya penghargaan dalam negeri yang Beliau dapatkan, bahkan Lukisan–Lukisan Damar Kurung-nya menjadi koleksi yang disimpan dalam museum–museum di beberapa Negara seperti Belanda, Jerman, Perancis, hingga Australia.
Dalam setiap karyanya, ia berusaha menyampaikan situasi sosial yang tengah berkembang dari pengamatan dan refleksinya sendiri. Gambar-gambar yang ada di setiap sisi Damar Kurung kebanyakan menceritakan tentang kegiatan sehari-hari masyarakat Gresik, seperti pasar malam, kondisi pasar, dan kebudayaan masyarakat setempat. Kesenian ini juga penuh dengan makna dan simbol keagamaan yang dimunculkan kental dengan kehidupan religi. Adanya penggambaran tentang orang Sholat, mengaji, kesenian-kesenian yang bernuansa islam seperti Hadrah dan Qosidah, dan sebagainya.  Menariknya, menurut Rizky Sandika Wahyu (mahasiswa Unair Surabaya;2013) yang meneliti tentang Damar Kurung adalah pola menggambar pada Damar Kurung seperti bentuk relief candi dan wayang beber, dan pengadekan pada wayang Kulit. Bentuk gambar manusia-manusia pada Damar Kurung juga mirip cara menggambar tokoh wayang, yakni tampak samping. gayanya cenderung bersifat naratif, bahkan naif. Ini dapat dilihat, misalnya, melalui penggunaan simbol anak panah untuk menggambarkan angin. Adapun Aliran seni lukis Damar Kurung ini adalah Realisme

Selasa, 02 Mei 2017

Gresik – Gresik adalah salah satu kota di Jawa Timur yang memiliki segudang sejarah masa lalu. Sebagai Kota Tua, nuansa kejayaan peradaban tempoe doeloe masih begitu kental hingga saat ini. Dominasi warna Islam menggambarkan kebudayaan tempoe doeloe yang tidak jauh dari sejarah masuknya perkembangan Islam di Tanah Jawa dan keramaian pesisir pantai serta dermaganya melukiskan kalau dahulu kala di Kota ini selalu terlibat perdagangan antar bangsa-bangsa di Asia dan Dunia. gresik sumpek, gresik sumpek berita, gresik info, gresik sumpek logo

Sebagai kota lama yang menggambarkan peradaban tempoe doeloe, Kota Gresik kesayangan kita ini memiliki beragam kuliner yang di wariskan para leluhur dan tetap lestari Hingga kini. Dan hal itu bisa dirasakan pada salah satu kawasan kuliner yang melukiskan tingginya peradaban tempoe doeloe itu bisa ditemui di kawasan kota lama gresik.

yang antara lain berada di Jalan Wakhid Hasyim, Raden Santri, Basuki Rachmat, HOS Cokroaminoto, area Nyi Ageng Arem-arem, dan desa Kemasan yang sampai saat ini layak menjadi kawasan wisata unik Indonesia.

Disana terdapat berbagai bangunan kuno yang usianya kurang lebih seabad dan masih terpelihara apik hingga kini. Dari segi seni tradisi dan sastra, di kota Gresik ini, masih kita temui jenis-jenis kesenian macapatan, pencak macan, kedungdangan, dan seni lukis serta damar kurung yang bisa dinikmati para penghobi dan pecinta sejarah.

Keberadaan badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI) yang beberapa waktu lalu berkunjung ke Gresik Kota Lama, menilai kota Gresik masih layak untuk dijadikan sebagai kawasan wisata heritage (pusaka) Indonesia. dalam perspektif mereka, di kota Gresik masih Banyak bangunan yang berdiri sejak tahun 1898 dan 1900-an.

beberapa waktu yang lalu ada serombongan peserta jelajah yang meneliti masyarakat Gresik disana mereka disuguhi beberapa sajian kuliner khas Gresik tempo dulu dan makanan khas Gresik lainnya. Ibu-ibu yang menjajakan makanan disana mengenakan pakaian tempo dulu. Menu khas gresik yang ditawarkan di antaranya sego krawu, endok lumpur, sego rumo, icak-icak, kupat ketheg, kerupuk masin, arang-arang kambang, bubur waduk, ubus, juada/juwada-jubung, lepet srikaya, dan luwo.

Gresik adalah contoh khas Warisan Budaya Masa lalu
Upaya untuk melestarikan budaya, tradisi serta bangunan kuno yang ada di Gresik kelak akan dijadikan model asli untuk pelestarian pusaka indonesia. corak yang sinergi antara Masyarakat Pecinta Sejarah dan Budaya Gresik, para pemilik bangunan kuno, warga sekitar, komunitas seni tradisi, perusahaan, hingga pemerintah pada saat penilaian oleh BPPI, gresik ini unik dan bagus..

Bangunan kuno yang hingga kini masih berdiri mentereng di kota Gresik dinilai lebih menarik dan memberi nilai plus pada sektor cagar budaya dan tradisi dibanding daerah lain di Indonesia. Kesenian tradisional gresik sampai saat ini masih tetap ada dan lestari, antara lain: pencak macan serta Pengikutsertaan kaum perempuan gresik yang menyajikan kuliner khas Gresik tempoe doeloe.

Masakan Kuliner khas Gresik juga mendapatkan apresiasi.

Upaya untuk melestarikan aset cagar budaya dan seni tradisi dibangun dengan melibatkan pemerintah, perusahaan, dan masyarakat sekitar sampai-sampai Warga mau mengecat sendiri bangunan kuno miliknya.

Hingga saat ini Gresik telah terdata sekitar 350 dari 600-an bangunan kuno atau bangunan khas zaman belanda .
Bupati Gresik sepakat agar bangunan kuno yang ada saat ini dan bernilai sejarah harus dilestarikan. Kalaupun dipugar sebisa mungkin agar tidak mengubah bentuk dan corak aslinya. beliau juga menceritakan bahwa Gresik adalah kota perniagaan yang sudah tua. ”hal itu dikaitkan dengan adanya syahbandar yang merangkap sebagai pedagang besar dari Gresik, yaitu: Nyai Ageng Pinatih atau Nyai Gede Pinatih,” ujarnya.

Sisa kota lama juga dapat kita amati dari peninggalan-peninggalan beberapa rumah yang dibuat kisaran tahun 1800 hingga 1911. motif arsitektur serta ornamen yang terdapat dari bangunan itu masih banyak yang asli, namun hanya sebagian saja yang sudah dibangun ulang atau direnovasi, termasuk jadi tempat tinggal dan tempat usaha.

Masa Kejayaan Peradaban kota Gresik adalah pelabuhan dan perniagaan yang berkembang sejak Nusantara menjadi tonggak perdagangan internasional di kawasan timur Asia. Oleh karena hal itulah yang menyebabkan Gresik tumbuh dan berkembang dengan masyarakat multikultural dan multietnis.

Pegiat Kebudayan dan Tradisi Kota Gresik, Oemar Zainudin, memaparkan, sejak zaman kerajaan Majapahit, Gresik sudah di elu-sebutkan sebagai salah satu contoh kota tua yang indah dan menarik. peranannya sebagai kota perniagaan mulai tumbuh berkembang sejak pertengahan abad ke-14 seiring dinamika kota-kota niaga lain di Nusantara terkait dalam jaringan perniagaan dunia.

Pada rute perdagangan, dari Maluku melintasi Laut Flores, Laut Jawa, Selat Malaka, Teluk Benggala, Pantai Coromandel dan Malabar di India, Gujarat, Persia hingga diteruskan ke Eropa, Gresik menjadi salah satu simpul perdagangan penting. Lahirnya Gresik sebagai kota dagang dunia dan kota pelabuhan. didukung keberadaannya di pantai utara Laut Jawa selaku jalur utama perdagangan Nusantara dan internasional.

Gresik diapit oleh dua muara sungai besar, antara lain Bengawan Solo di sisi barat dan Kali Brantas di sisi timurnya. Hal ink Ini menjadikan Gresik sebagai kota pelabuhan strategis sekaligus sebagai tolok ukur sistem perdagangan kedaerahan yang menghubungkan daerah pedalaman Pulau Jawa dengan luar Jawa.

peradaban masa lalu itu di antaranya tecermin dari bangunan Masjid Jami’, gedung DPRD, kantor pos, rumah dinas wakil bupati, Gardu Suling, Gedung Limo, Gedung Gajah Mungkur, serta Kampung Kemasan. Setiap gedung memiliki nilai sejarah yang khas dan masih tetap terjaga hingga kini..

meski Gresik tak selalu identik dengan tujuan wisata, namun kota ini sarat dengan nilai sejarah dan sosial budaya, seperti Kampung Kemasan di daerah blandongan gresik. Konon, Pada abad ke-19 kampung tersebut merupakan tempat bermukimnya warga Eropa dan kaum pribumi yang mapan dan kaya raya.
Kawasan tersebut bisa dibilang basis perajin dan pedagang pribumi pada saat itu. Bangunan yang di dalam dan di sekitar lokasi kampung kemasan memiliki arsitektur perpaduan antara corak khas Eropa, China, dan Timur Tengah.

Gresik menjadi barometer perdagangan internasional, terutama dari bangsa-bangsa Eropa dan Asia Tengah. Tome Pires, musafir Portugis (dalam buku H De Graaff the Piqeaud, Kerajaan Islam di Jawa), pada abad ke-16 menyaksikan transaksi perdagangan di Gresik sangat ramai. Kapal-kapal yang singgah berasal dari Banda, Gujarat, Siam, dan China.
Karena gresik menjadi lambang perniagaan internasional, hal itu jugalah yang mendorong penduduk Gresik menjadi perajin dan pedagang. Tidak salah jika saat ini, Sebagian besar warga gresik memilih menjadi perajin permata, kuningan, kulit (sandal, sepatu, terompah, sabuk, tas), tukang ukir, pandai besi, tukang peti, tukang jahit pakaian, kopiah, serta nelayan.

Jejak-jejak masa lalu kejayaan dan kehebatan Kota Gresik saat itu diharapkan menjadi penyemangat dan pendorong untik melestarikan nilai budaya yang luhur dalam konteks modern. Nilai budaya, tradisi, dan kearifan lokal merupakan bagian dari pusaka yang harus dijaga selain bentuk fisik bangunan kuno, kitab kuno, atau benda pusaka lainnya.

Sumber berita : Kompas